Kemendagri Temukan Kejanggalan dalam Anggaran DPRD DKI Jakarta

Kemendagri- Statistik Jakarta
Kemendagri- Statistik Jakarta
Bagikan:

Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut biaya kunjungan luar negeri dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) DPRD DKI Jakarta senilai Rp27,2 miliar salah tempat.

Direktur Keuangan Daerah Kemendagri Bahri mengatakan, anggaran yang tertulis dalam dokumen pemaparan itu seharusnya masuk dalam anggaran dinas dalam negeri.

“Sub kegiatan kunjungan kerja dalam daerah Rp27.272.043.970 antara lain diuraikan ke dalam objek belanja-belanja perjalanan dinas luar negeri pada Sekretariat DPRD,” tulis dokumen yang dikonfirmasi Bahri kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/12).

Bahri melanjutkan, anggaran tersebut jadi satu dengan enam dokumen lain dalam anggaran RKT DPRD DKI yang ditemukan Kemendagri. Selain itu, temuan lainnya adalah terkait belanja penghargaan atas prestasi senilai Rp41,5 miliar yang seharusnya untuk koordinasi dan konsultasi pelaksanaan tugas DPRD.

READ  Polisi Ungkap Kasus Pengedaran 201 Kg Sabu di Petamburan

Kemudian ada Rp350,3 miliar dalam belanja suku cadang suku cadang alat kedokteran dan Sekretariat DPRD. Bahri menyebut anggaran itu seharusnya masuk ke sub kegiatan publikasi dan dokumentasi dewan.

Lalu anggaran Rp5,1 miliar yang harusnya untuk pembahasan rancangan perda justru masuk ke pos belanja pakaian sipil lengkap (PSL) belanja modal peralatan studio audio, belanja modal personal komputer, dan belanja modal peralatan komputer lainnya pada Sekretariat DPRD.

Anggaran senilai Rp2,3 miliar juga masuk ke belanja pakaian sipil harian, belanja pakaian sipil lengkap, belanja Pakaian Dinas Harian, dan belanja pakaian sipil resmi pada Sekretariat DPRD. Padahal seharusnya anggaran itu untuk pembahaaan KUA/PPAS.

Bahri menyampaikan kesalahan ini mungkin terjadi karena perencanaan keuangan menggunakan sistem baru. Ia menyebut DPRD DKI sudah berjanji untuk segera merapikan anggaran-anggaran itu.

“Ini direkomendasikan diperbaiki berdasarkan hasil evaluasi. Jadi bukan janggal dan dapat dikoreksi,” ujar Bahri.

Bagikan:

Pos terkait