Kuat di Tengah Pandemi, Perbankan Tak Akan Rugi Salurkan KUR untuk Pertanian

Ilustrasi sektor pertanian mendapatkan gelontoran dana KUR sebesar Rp55 T sepanjang tahun 2020. (Istimewa)
Bagikan:

Jakarta – Tahun ini Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pertanian di atas tahun 2020. Pada tahun lalu, KUR yang terserap untuk sektor pertanian sebesar Rp55 triliun. Dari jumlah tersebut, kredit macet yang tercatat tak sampai 1 persen. Inilah yang diyakini Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bahwa perbankan tak akan merugi apabila menggulirkan KUR untuk sektor pertanian.

“Tahun 2020, kami menggulirkan Rp 55 triliun dana perbankan untuk memfasilitasi sektor pertanian. Yang macet hanya 0,6 persen. Kecil sekali. Padahal itu seluruh Indonesia,” ujar Syahrul di acara Integrated Farming Berbasis Korporasi di Desa Kaling, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (5/3/2021).

Bacaan Lainnya

READ  Amnesty International Angkat Bicara Soal Penembakan 6 Laskar FPI

Besaran alokasi KUR tahun lalu terbukti mampu mengakselerasi sektor pertanian di tengah situasi pandemi Covid-19. Terbukti, sektor pertanian masih bisa tumbuh 16,4 persen ketika sektor lain banyak yang stagnan dan bertumbangan.

Karena itu, Syahrul tak ragu untuk menambah besaran alokasi KUR di tahun ini untuk sektor pertanian. Hanya saja, ia masih belum bisa memastikan terkait jumlah alokasinya tahun ini.

“Angkanya tentu di atas Rp 55 triliun. Saya belum dapat alokasi jelasnya, yang jelas di atas tahun lalu,” jelasnya.

Syahrul pun berharap agar Karanganyar bisa menjadi lokomotif pengelolaan pertanian yang lebih baik. Salah satunya dengan mengedepanjan integrated farming berbasis korporasi yang akan menjadikan sektor ini lebih kuat. Ia menyebut, Karanganyar memiliki 5 ribu hamparan yang dicoba untuk diinsentifkan oleh Kementan. Di antranya penataan bibit, pupuk berimbang, serta obat-obatan yang mendukung.

Dengan ketrampilan pertanian yang sudah ada, ditambah dengan mekanisasi dan intervensi ketrampilan pendukung, ia berharap sistem bisa berjalan baik sehingga pengelolaan sektor pertanian bisa dilakukan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.

Dalam kunjungan tersebut, Syahrul turut menyerahkan sejumlah bantuan kepada para petani di Karanganyar, di antaranya benih padi untuk lahan seluas 5 ribu hektare, 10 unit hand spray, bantuan pestisida untuk menanggulangi hama wereng, 14 ribu batang bibit jeruk, benih kelapa untuk 167 hektare dan bantuan bibit itik sebanyak 5 ribu ekor. (Sdy/IJS)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *