Polisi Ungkap Kasus Pengedaran 201 Kg Sabu di Petamburan

Narkoba Petamburan-Detik
Narkoba Petamburan-Detik
Bagikan:

Jakarta – Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri menggagalkan peredaran narkoba jaringan internasional di Petamburan, Jakarta Pusat.

Wakapolda Metro Jaya, Brigadir Jenderal Polisi Hendro Pandowo mengatakan, pengungkapan kasus ini berdasarkan informasi dari masyarakat.

Polisi mengembangkan informasi tersebut lalu menangkap 10 orang pelaku yang membawa narkoba seberat 201 kg untuk dikirim ke hotel WIR, Jalan KS. Tubun, Kelurahan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Ternyata tujuannya adalah salah hotel yang berada di kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat,” ujar Hendro di Jakarta, Selasa malam (22/12/2020).

Polisi mengamankan 11 orang yang terlibat dalam pengedaran kasus narkoba beserta sejumlah barang bukti. “Kita tangkap terlebih dahulu 10 orang, kemudian di hotel ini kita Amanda satu orang, sehingga total 11 orang,” ucap Hendro.

READ  Kerap Alami KDRT, Istri Sewa Preman untuk Aniaya Suami

Narkoba dengan berat 201 kg itu dikemas menjadi 196 bungkus, yang ditaksir seharga Rp156 Miliar. “Pengungkapan kasus ini sama dengan kita menyelamatkan 1 juta jiwa,” ucap Wakapolda.

Sebagai pertanggungjawaban atas perbuatan mereka, para pelaku dikenakan pasal 114 KUHP dan UU No 35 tahun 2010 tentang penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menjelaskan kronologi pengungkapan kasus narkoba jenis sabu seberat 201 kilogram di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Selasa malam, 22 Desember 2020.

“Pada pukul 22.00 WIB, kita berhasil mengamankan satu orang pelaku yang memang menerima barang haram ini,” kata Yusri di Jakarta.

Menurut dia, pengungkapan ini merupakan pengembangan dari Tim Satgas Merah Putih Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya yang melakukan profiling hampir seminggu. Hasilnya, petugas menemukan barang haram yang akan masuk ke Indonesia.

“Ini memang jaringan internasional, kita mengikuti dan berhasil mengamankan awalnya 10 orang. Jadi, ada sebelas orang yang kita amankan,” ujarnya.

READ  KPK Panggil Tiga Saksi Terkait Kasus Korupsi PT Dirgantara

Ia mengatakan pengungkapan ini merupakan pengembangan dari pelaku narkoba yang ditembak mati di Serpong, Tangerang Selatan saat keluar tol dari arah Banten pada 31 Januari 2020.

Ternyata, kode barang itu jaringan internasional dari Timur Tengah. “Kenapa dikatakan sama, karena kodenya sama seperti ini 555,” jelas dia.

Saat ini, kata Yusri, petugas masih melakukan pengembangan lagi karena memang baru saja ditangkap para pelaku tersebut.

“Ini masih kita dalami semua karena baru, dan yang kami tahu bahwa ini adalah penerima terakhir. Apakah nanti masih ada di atasnya itu masih dilakukan pengembangan,” katanya.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *