Risma Ingatkan Masyarakat Tidak Gunakan Bantuan Pemerintah untuk Beli Rokok

Mensos Tri Rismaharini dalam suatu kesempatan berbincang dengan warga (Foto: Kemensos)
Mensos Tri Rismaharini dalam suatu kesempatan berbincang dengan warga (Foto: Kemensos)
Bagikan:

Jakarta – Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan bantuan dari pemerintah untuk membeli rokok. Ia menyebut nantinya akan ada alat yang disiapkan pemerintah untuk memantau penggunaan bantuan tersebut.

“Yang ingin kami sampaikan tadi sudah disampaikan Bapak Menko, dan ini juga disampaikan Bapak Presiden bahwa tidak ada lagi untuk pembelian rokok. Dan kami akan pantau karena Insya Allah bulan Februari kami akan menyiapkan tools, alat, untuk kami akan mengetahui belanja apa saja yang akan dengan uang itu akan dibelanjakan untuk apa saja,” ujar Risma dalam konferensi pers setelah rapat terbatas seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (29/12/2020).

Bacaan Lainnya

Risma tidak ingin bantuan yang semestinya bermanfaat untuk masyarakat tapi malah membuat masyarakat sakit karena digunakan untuk rokok. Risma mengatakan bakal ada evaluasi terkait penerima bantuan tersebut jika hal itu terjadi.

“Instruksi Bapak Presiden adalah tidak ada penggunaan untuk pembelian rokok, kami akan bicarakan kalau itu terjadi, mekanisme itu terjadi maka kami akan lakukan evaluasi untuk penerima bantuan karena sekali lagi jangan sampai bantuan ini untuk kesehatan namun kemudian ada masalah karena digunakan untuk rokok,” ujar Risma.

READ  Buron 9 Tahun, Kejari Sulsel Tangkap Koruptor di Tenda Pengungsi Gempa

Pada kesempatan itu, Risma juga mengatakan bakal memperbarui mekanisme laporan bantuan sosial. Nantinya, menurut Risma, laporan bantuan akan lebih detail dan melibatkan masukan dari masyarakat.

“Kemudian untuk sembako nanti akan kita adakan tadi sama saja kami sampaikan ada mungkin sekitar karena Januari harus segera maka pada bulan Februari ada mekanisme yang akan kita perbarui, yang lebih mudah namun kita lebih detail untuk melakukannya karena ada feedback. Jadi bukan hanya kami memberikan bantuan tapi ada pelaporan juga untuk penerima bantuan,” ujar Risma.

“Sehingga kami harapkan tidak ada lagi yang berusaha memotong karena laporan-laporan itu akan masuk di kami di dalam proses setiap penerimaan bantuan kepada para penerima bantuan. Jadi akan ada mekanisme laporan yang lebih detail sehingga kita berharap sekali lagi tidak ada pemotongan atau penyelewengan bantuan itu,” tutur Risma.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *