Ternyata Hirawan Belum Pernah Melepaskan Hak Keperdataan Tanah, Ini Faktanya

Gunawan Raka
Gunawan Raka
Bagikan:

JAKARTA – Dari data otentik yang dipegang, akhirnya fakta-fakta sebenarnya terungkap. Ini terkait kisruh, hilangnya aset tanah Hirawan Ardiwinata yang diduga dijual oleh orang dalam PT Bank OCBC NISP.

Padahal secara jelas surat keputusan pemberian hak tersebut terteran nama Hirawan hingga terbitnya tujuh SHGB atas nama PT. STARSTRUST.

Bacaan Lainnya

Kuasa Hukum Gunawan Raka menjelaskan lebih dalam polemik yang ada. Bermula saat Hirawan Ardiwinata selaku Direktur Utama dan Pemilik PT. STARSTRUST telah mengikuti lelang terbuka tanah milik PTPN XIII Afdelling Pangandaran seluas 337.327 hektare pada 25 September 1996.

Tanah tersebut terletak di kawasan wisata pantai Pangandaran yang meliputi 4 desa yaitu Desa Pangandaran, Desa Pananjung, Desa Wonoharjo dan Desa Cikembulan yang terletak di Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Gunawan Raka selaku kuasa hukum Hirawan menjelaskan, salah satu bukti kepemilikan Hirawan atas tanah tersebut di atas adalah Salinan Risalah Lelang Nomor: 417/1996-97.

Salinan surat tertera tanggal 25 September 1996, tentang pelaksanakan Lelang di Kantor PTPN (Pesero) Jl. Sindangsirna No. 4 Bandung atas objek berupa tanah seluas 3.370.344 M2 bekas HGU PTPN VIII yang dimohonkan oleh PTPN VIII Pesero.

”Pada saat itu PTPN VIII diwakili oleh Imam Wahyudi selaku Direktur SDM dan Umum PTPN VIII (Pesero),” jelas Gunawan Raka.

Ini pun sesuai dengan Surat Nomor: SB/E/III/4735/IX/1996, tanggal 10 September 1996, yang intinya dimenangkan oleh Hirawan Ardiwinata selaku Direktur Utama PT. STARSTRUST, beralamat di Jl. Lodaya 11 A Bandung.

READ  Wakil Ketua DPRD Sulut Selingkuh, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Berikan Jawaban

Selanjutnya, terbit Surat Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional cq. Deputi Bidang Hak Atas Tanah Nomor: 540.1-154.D.III Tanggal 22 Januari 1997.

”Surat tersebut memutuskan memberikan Hak Guna Bangunan kepada PT. STARSTRUST,” jelasnya lagi.
Surat Keputusan pemberian hak tersebut Hirawan daftarkan pada Kantor BPN Kabupaten Ciamis, sehingga kemudian terbit tujuh SHGB atas nama PT. STARSTRUST.

Dengan rincian yaitu SHGB Nomor: 1/Sukaresik, SHGB Nomor: 2/Wonoharjo, SHGB Nomor: 2/Pananjung, SHGB Nomor: 3/Pananjung, SHGB Nomor: 4/Pananjung, SHGB Nomor: 1/Cikembulan, SHGB Nomor: 2/Cikembulan.

Gunawan Raka juga membenarkan pada pada tahun 1995/1997 Hirawan Ardiwinata sebagai debitur atau nasabah PT Bank OCBC NISP (d/h PT Bank NISP) Bandung yang mendapatkan fasilitas dengan salah satu agunan/jaminannya SHGB Nomor: 1/Cikembulan.

Diketahui, SHGB tersebut dengan Nomor: 1/ Cikembulan dengan luas 127.110 m2 terletak di Blok Bulak Laut. Selanjutnya pada 2 Agustus 1999 (pada saat kredit masih berjalan dan belum dilunasi) telah dipinjamkan oleh PT Bank OCBC NISP (d/h PT Bank NISP).

Akhirnya diketahui, SHGB Nomor 1/Cikembulan sisa seluas 92.110 m2 pada tanggal 26 Juni 2006 dijual oleh Iskandar kepada Parwati Surjaudaja yang notabene merupakan Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP (d/h PT Bank NISP)

”Nah sejak kepemilikan tanah melalui pembelian 337 hektare, tanah tersebut sampai dibubarkannya PT STARSTRUST pada tahun 2006, tidak pernah ada RUPS-LB untuk memasukan tanah tersebut sebagai harta kekayaan perseroan,” ungkap Gunawan Raka.

Dengan demikian, sambung Gunawan, hak keperdataan atau kepemilikan dan penguasaan masih melekat pada diri Hirawan.

”Karena secara jelas dalam hak keperdataan, Hirawan belum pernah melepaskan hak keperdataan tersebut,” pungkas Gunawan Raka. (oke/yes)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *