Wakil DPR Minta Malaysia Temukan Pelaku Pelecehan Lagu Indonesia Raya

Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin mendapatkan penghargaan Golden Award Anugerah Siwo PWI 2020 yang dilaksanakan secara virtual dan juga tayangkan live streaming di salah satu televisi swasta dari hotel Fairmont Senayan Jakarta, Rabu (16/12/2020). (Foto: Dok AZ)
Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin mendapatkan penghargaan Golden Award Anugerah Siwo PWI 2020 yang dilaksanakan secara virtual dan juga tayangkan live streaming di salah satu televisi swasta dari hotel Fairmont Senayan Jakarta, Rabu (16/12/2020). (Foto: Dok AZ)
Bagikan:

Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengutuk keras pelecehan lagu Indonesia Raya di situs Youtube dengan akun My Asean. Akun tersebut mengaku berasal dari negara Malaysia.

Untuk itu, Aziz meminta Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia untuk Indonesia segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kedubes Malaysia juga harus mengungkap aktor dibalik parodi lagu Indonesia Raya yang membuat masyarakat Indonesia geram dan dapat menimbulkan efek buruk bagi hubungan bilateral ke dua negara,” kata Azis, di Jakarta, Senin (28/12/2020).

Aziz meminta pihak Malaysia harus menangkap pelaku dan mengumumkannya secara resmi. Tindakan pihak tersebut dinilai sebagai penghinaan terhadap simbol negara bangsa Indonesia.

“Lagu Kebangsaan Indonesia Raya merupakan salah satu empat simbol Negara selain Bendera, Bahasa dan Lambang Negara,” ujarnya.

Dia juga meminta Kementerian Luar Negeri dan institusi negara seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Badan Intelijen Negara (BIN) dapat melakukan komunikasi, koordinasi serta mengambil langkah tegas dan terukur terhadap permasalahan tersebut.

READ  Soal Penguasa HGU Ribuan Hektare, Mahfud MD: Ini Gila

Politisi Partai Golkar itu juga meminta Kemenlu RI harus tegas menyampaikan nota diplomatik, dengan mengirimkan surat protes kepada Pemerintah Malaysia.

“Dan pihak BSSN serta BIN dapat segera bekerja melakukan investigasi dan menggali informasi terhadap motif tersebut. Antar-negara tetangga perlu saling menghormati,” ujarnya.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan meminta Polisi Diraja Malaysia (PDRM) mengusut pelaku pembuatan video parodi Indonesia Raya.

“Kita sudah ada komunikasi dengan Kemenlu dan memang phak PDRM akan melakukan investigasi,” ujar Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur.

Yoshi mengatakan, berdasarkan pemantauannya video tersebut juga sudah diturunkan dari YouTube. “Ini kalau melihat video-nya juga sudah di-take down atau diturunkan. Itu kalau dari sisi channel-nya. Tapi mungkin masih ada karena beredar di media,” katanya.

Yoshi menegaskan pihaknya sudah melakukan koordinasi gerak cepat. Setelah video tersebut diunggah, Yosh mengaku langsung koordinasi dengan PDRM dan Kemenlu di Malaysia.

“Dari situ kemudian keluar pernyataan dari Kedutaan Malaysia. Itu hasil koordinasi kami dengan pihak Kemenlu guna meredam situasi yang kita lihat kini karena ramai di media dan banyak komentar,” katanya, Minggu (27/12).

Yoshi menegaskan prinsipnya kita selesaikan sesuai koridor ketentuan hukum yang berlaku.

“Kita lihat. Prosesnya yang mengalir saja. Kita percayakan kepada pihak Malaysia. Kita percayakan kepada pihak PDRM Malaysia untuk investigasi masalah ini. Jadi biarkan bergulir seperti itu. Kita akan terus pantau,” katanya.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *